Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

Enam Cara mencegah KKN



Oleh: Iwan Rosadi

Indonesia! siapa yang tidak tahu, salah satu negara yang wilayahnya terluas di Asia tenggara dan mempunyai penduduk terbanyak, dan merupakan penduduk yang mayoritas Muslim (Islam), tentu saja jika penduduknya mayoritas beragama muslim seharusnya tercipta suatu negara yang damai,tentran, sejahtra, adil dan makmur sesuai ajaran Islam dalam kitap suci Al-Quran surat Al-imran ayat 103 yang artinya Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”.
Jika dilihat dari sepenggal ayat di atas jelas bahwasanya kita sebagai umat muslim seharusnya selalu bersatu untuk memajukan agama, jika kita tinggal dalam suatu negara hendaknya kita saling membantu dalam memperjuangkan negara yang seharusnya kita bela, baik dari Presiden, DPR, Ulama, dan Masyarakat, semuanya harus bersatu dan bekerja sama untuk mewujudkan suatu negara yang besar damai,tentran, sejahtra, adil dan makmur.
Namun semua itu belum di miliki oleh Negara Indonesia. Indonesia mempunya 2 permasalahan yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah Teroris dan KKN.
Pertama Teroris, berita teroris yang ahir-ahir ini sering kita dengar di radio dan televisi atau yang sering kita baca di surat kabar merupakan permasalahan baru buat bangsa ini, pada dasarnya teroris berasal dari kata teror yang bisa diartikan ancaman, sedangkan teroris adalah ancaman yang di buat suatu kelompok kepada masyarakat guna menakut-nakuti masyarakat dengabn beberapa jenis.
Namun di Indonesia para teroris sering mengunakan kata jihad dalam aksinya, namun yang jelas teroris juga merupakan permasalah yang harus di atasi pemerintah dengan segera, agar perasaan was-was di masyarakat bisa hilang.
Kedua KKN(Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), tak hanya kaum intelektual yang mampu menyebutnya dalam sidang di berbagai pengadilan, bahkan anak kecil yang sedang bermain pun bisa menyebutnya karena terlalu terkenalnya nama KKN tersebut.
Korupsi  berdasarkan UU No. 31 tahun 1999 dan UU No. 20  tahun 2001, adalah tindakan pidana yang dilakukan oleh orang secara disengaja melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, suatu korporasi dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara.
Kolusi  menurut pasal 1 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, Kolusi adalah permufakatan atau kerjasama secara melawan hukum antar penyelenggara negara atau antara penyelenggara negara dengan pihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, bangsa atau negara.
Nepotisme adalah perbuatan melawan hukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya atau kroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada dasarnya KKN merupakan penyakit menular yang di wariskan dari pemimpin terdahulu, yang semuanya itu susah untuk dihancurkan bahkan dimusnahkan. Dari mulai Presiden Soeharto sampai maklar pajak Gayus Tambunan bahkan muncul bibit-bibit baru yang belum selesai persidangannya.
Dengan terjadinya praktik KKN tersebut maka masyarakatlah yang selalu menerima dampak dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, padahal di dalam Al-quran juga di terangkan dalam surat  An Nahl:90 Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
Jika semuanya terus dibiarkan maka akan berdampak negatif, adapun dampak yang akan timbul . Pertama Merugikan atau menghabiskan keuangan dan perekonomian negara,  jelas jika KKN terus dibiarkan maka uang negara akan selalu di gerogoti tikus-tikus berdasi yang nantinya akan menyengsarakan rakyat, Kedua akan merendahkan harkat dan martabat bangsa jelas semakin banyaknya praktek KKN maka negara yang mayoritas muslim ini akan direndahkan oleh negara-negara lain, Ketiga menimbulkan terjadinya kesenjangan social dan ketidakadilan dalam hal kekayaan jelas semakin sering seseorang melakukan korupsi dan tidak tersentuh hukum  maka akan semakin cepat kaya, karena mudahnya mendapatkan unag yang jumlahnya tidak sedikit, Keempat menimbulkan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimipin Negara semakin sering pemimpin rakyat lelakukan praktek-praktek KKN maka bisa jadi masyarakat tidak percaya lagi dengan pemimpin-pemimpin yang sebenarnya rakyatlah yang memilihnya maka akan muncul di masyarakat tindakan siapa pemimpinnya nasipnya tetap sama.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk menghentikan praktek-praktek KKN di negeri ini Pertama penegakan hukum yang tegas, hukum yang sudah ada bukan untuk kelompok-kelompok tertentu namun untuk semua penduduk Indonesia, sama hanya hukum Tuhan untuk semua manusia tanpa di bedakan Miskin,Kaya, Presiden dan Rakyat. Kedua Meningkatkan pengawasan penggunaan anggaran keuangan di berbagai departemen.
Ketiga meningkatkan kinerja para penegak hukum, Keempat Meningkatkan ketakwaan & keimanan terhadap Tuhan YME setiap wakil rakyat seharusnya di pilih bukan derdasarkan kecerdasan intelektual namun juga di lihat dari keagamaanya baik dari kejujuran, keimanan, loyalitasnya. Kelima peningkatan kualitas moral bangsa atau penanaman nilai pancasila, pancasila merupakan dasar negara yang seharusnya di pelajari oleh setiap warga tak terkecuawi para wakil rakyat, sehingga para wakil rakyat semakin mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan. Keenam peningkatan kesejahteraan pegawai atau pejabat Negara.
Dari beberapa poin tadi mungkin bisa mencegah terjadinya KKN atau minimal mengurangi terjadinya KKN di negeri ini, sehingga di negeri ini akan tercipta suatu negara yang sejahtera. * iwan r

Rabu, 15 Mei 2013

Menulis Sumber Rizki


Oleh: Iwan Rosadi (One)
 Akal orang-orang mulia terletak pada ujung-ujung penanya” (Ali bin abi tholib), sebait kata mutiara yang disampekan Ali bin abi tholib tersebut mungkin bisa menambah semangat kita semua untuk menuangkan ide dan fikiran kita semua dalam bentuk tulisan baik yang bersifat hiburan maupun informasi sehingga bisa berguna bagi orang lain.
Tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua dengan istilah menulis. menulis hampir setiap orang agaknya pernah melakukan aktifitas menulis. Misalnya menulis memo, surat, opini, cerpen, Artikel, naskah buku dan lain-lain. Jadi banyak sekali bentuk-bentuk tulisan dari yang sifatnya ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam.
Menulis secara garis besar adalah upaya mengekspresikan apa yang di lihat, di alami, dirasakan, dipikirkan dalam bentuk bahasa tulisan. Jelas kemampuan menulis seseorang sangat berlainan, menulis bisa diibaratkan seperti pisau semakin seting di asah maka semakin tajam pula  maksudnya semakin sering kita menulis maka akan semakin pandai kita menuturkan ide maupun gagasan dalam bentuk tulisan.
Akhmad Sudrajat membagi kemampuan seseorang menjadi dua jenis. Pertama Actual ability atau kecakapan nyata merupakan kecakapan yang diperoleh karena belajar yang dapat segera didemonstrasikan atau diuji sekarang. Kedua Potential ability atau kecakapan potensial merupakan aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan.
Lebih lanjut menurut Robbins dalam menyatakan bahwa kemampuan seseorang terdiri dari dua faktor, Pertama kemampuan intelektual (intelectual ability), merupakan kemampuan melakukan aktivitas secara mental. Kedua kemampuan fisik (physical intellectual), merupakan kemampuan melakukan aktivitas berdasarkan stamina, kekuatan, dan karakteristik fisik.
Dengan kemampuan yang di miliki tersebut seseorang bisa memanfaatkan untuk semua hal, bekerja, berfikir, menulis dan lain sebagainya, semua bisa dilakukan sesuai dengan kemampuannya dalam berkarya.
Banyak sekali manfaat dari menulis, Pertama dari sudut pandnag agama Islam dengan menulis maka kita akan dimulyakan hal ini di jelaskan dalam Surat Al 'Alaq menerangkan bahwa “Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca,menulis dan memberinya pengetahuan”.
Kedua, Memberikan hiburan kepada diri sendiri maupun orang lain, menulis bisa memberikan hiburan kepada diri sendiri dengan menulis maka kita bebes megunggkapkan segala sesuatu yang kita rasakan yang ada dalam jiwa dan otak ini  selain itu dengan tulisan yang kita susun misalnya dalam bentuk Cerpen dan Fiature bisa memberikan hiburan yang menarik kepada pembaca.
Ketiga, menulis bisa mencerdaskan diri sendiri dan pembaca, selain memberikan nuansa hiburan menulis juga bisa mencerdaskan, dengan kita sering menulis maka kita semakin banyak tahu karena apa yang kita tulis tentunya sesuai yang kita dapatkan baik dari membaca, melihat, mendengar, meraba dan lain sebagainya, selain itu tulisan yang kita tuangkan bisa di baca orang lain sehingga informasi yang termuat dalam tulisan kita bisa bisa mejadi informasi yang sanggat bermanfaat bagi pembaca atau masyarakat.
Keempat, menulis bisa mendatangkan Rezeki, selain menghibur dan mencerdaskan, menulis juga bisa mendatangkan rezeki. Contoh kecilnya di masa sekarang banyak penulis yang hidup dengan tulisanya, misalnya pegawai media yang sering kita sebut wartawan, karena berita yang di tulisnya mereka bisa menjadi orang terkenal, mengetahui informasi lebih dulu, bisa memberikan informasi kepada masyarakat dan tidak kalah pentingnya mereka juga bisa mendapatkan materi  yang menjanjikan.
Selain para pekerja media sudah banyak penulis-penulis handal yang bisa kita jadikan contoh yang hidup dengan menulis, misalnya penulis naskah cerita filem terkenal Laskar pelangi yaitu Andrea Hirata, sastrawan Cariril Anwar, dan Soe hok gie. Soe hok gie adalah penulis yang pada awalnya hanya menulis buku harian dan sekarang menjadi salah satu penulis ternama, mereka hidup dan berkarya dengan penanya sehingga mereka bisa menjadi orang terkenal dan dengan tulisanya mereka bisa mendapatkan materi yang menjanjikan.
Maka dari itu menulis merupakan hal positif yang bisa dilakukan tanpa harus menmikirkan siapa kita dan apa pendidikan kita, menulis merupakan pekerjaan merakyat yang semua orang bisa melakukannya, maka dari itu kita budayakan menulis karena dengan menulis, kita bisa di kenal khalayak luas, dengan menulis kita bisa mandiri, dengan menulis maka akal, budi, hati nurani, dan jiwa kita bisa menari secara bebas, dengan menulis kita bisa cerdas dan mencerdaskan orang lain dan menulis merupakan pekerjaan yang bisa menghasilkan materi yang menjanjikan di masa sekarang ini maka bisa di katakan menulias adalah salah satu sember rezeki.






Sabtu, 04 Mei 2013

Artikel


Mahasiswa Wajib Menulis
Oleh: Iwan Rosadi

Tiap kali mendengar kata mahasiswa tentunya yang terlintas disebagian orang, merupakan pelajar yang pintar, kritis, berwawasan luas dan sebagainya. Semua itu tidak salah jika dilihat dari sisi kewajiban mahasiswa sebagai agen of chang (agen perubahan) tentunya kriteria diatas harus dimiliki setiap mahasiswa.
Namun di era sekarang ini banyak mahasiswa yang lalai dengan hal itu, banyak mahasiswa yang hanya kuliah namun tidak tau dengan apa yang harus dilakukan, hanya datang untuk mendengarkan materi kuliah yang disampaikan oleh dosen di lokal kuliah.
Setelah perkuliahan selesai banyak mahasiswa yang nogkrong di kantin bahkan ada yang langsung pulang kekos jika mereka kos dan jika tidak, pulang kerumah tidur, potret mahasiswa seperti ini yang sering kali kita lihat bahkan kita rasakan sekarang ini.
Jarang sekali mahasiswa yang bisa di temui di ruang perpustakaan maupun mahasiswa yang membaca buku di bawah-bawah pohon dilingkungan kampus, mungkin lebih mudah mencari mahasiswa yang mainan handphon sambil memutar lagu yang mereka sukai, bahkan asik dengan dunia maya Facebook, twiter dan lain sebagianya, padahal apa yang mereka lakukan bisa di ganti dengan membuka informasi yang baru membaca buku online, berita, dan lain sebaginya yang lebih bermanfaat.
Melihat fenomena yang demikian itu sudah sewajarnya jika sekarang ini banyak ditemui sarjana penganguran, setatus pendidikan yang tinggi namun tidak diimbangi dengan kemampuan  yang memadai, bukankan dilingkungan kampus sudah difasilitasi dengan berbagai hal yang bisa menunjang proses edukasi sehingga setiap mahasiswa bisa memanfaatkanya, perpustakaan yang kaya akan koleksi bukunya, ruangan yang di beri AC sehingga nyaman untuk membaca buku yang ada.
Ada setidaknya ada dua hal yang  membuat mahasiswa sekarang menjadi pemalas. Pertama sifat manja, sifat manja karena semua yang dibutuhkan di penuhi oleh orang tua, sehingga mahasiswa yang jauh dari kontrol orang tua akan lebih mudah untuk hidup sebebas-bebasnya. Kedua pergaulan, pergaulan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pergaulan bisa merubah tingkah laku seseorang berbanding terbalik.

Pergaulan yang bebas sehingga lupa dengan kuajiban apa lagi jika didukung dengan materi yang lebih, yang diberikan orang tua maka bagi mahasiswa yang tidak sadar akan tugas dan kuajibanya pasti akan malas belajar terlebih untuk melakukan hal menulis, sehingga wajar jika kita lihat banyak mahasiswa yang copy paste, tugas yang digantikan dengan uang, beli skripsi dan lain sebagainya.
Jika kita sadar dengan posisi sebagai mahasiswa seharusnya kita mampu untuk melakukakn kegiatan belajar apa lagi dengan kegiatan tulis menulis. Bukankah mahasiswa yang keritis salah satunya harus mampu menuangkan ide dan gagasanya dalam bentuk tulian dan memaparkan dengan komunikasi lisan yang di kemas dengan baik agar mudah untuk di pahami, banyak manfaat bagi mahasawa yang mau menulis , mahasiswa bisa meningkatkan karirnya. Lewat tulisan yang dibuat, turut berkontribusi bagi pengembangan dunia pendidikan. Bahkan, mahasiswa bisa mendidik khalayak luas tanpa harus bertatap muka.
Padahal menulis hanya membutuhkan tekad dan latihan. Mengutip Mochtar Lubis, faktor bakat dalam menulis itu hanya 10 persen, sedang faktor latihan dan tekad adalah 90 persen.  Pada dasarnya dalam menulis mahasiswa hendaknya menghilangkan perasaan takut salah dan disepelekan tulisannya.
Menurut Prof. Suwardjono, kepribadian kesarjanaan bisa dikembangkan dengan enam kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Pertama kemampuan mendengar (hear), Kedua kemampuan berbincang (talk). Ketiga kemampuan membaca (read), Keempat kemampuan mendengarkan (listen), Kelima kemampuan menulis (write), Keenam kemampuan berbicara (speak).
Dengan tidak  menyepelekan lima kemampuan yang lain. Tetapi ada satu karekteristik khusus yang harus setiap mahasiswa mampu untuk melakukanya yaitu menulis. Menulis merupakan suatu hal yang harus dilakukan mahasiswa di era sekarang ini untuk berbagi ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan, karena jika ide atau gagasan kita tidak akan hilang jika kita ukir dalam bentuk tuliasan.
Mengutip perkataan  Pramoedya Ananta Toer yang mengatakan “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Tulisan adalah bentuk dokumentasi kecendekiawanan manusia. Contohnya, Leonardo da Vinci terkenal dengan ide-ide futuristisnya mengenai teknologi.
  Ibnu Sina, sebagai bapak ilmu kedokteran modern, dengan bukunya yang berjudul Al-Qanun fi At Tibb (The Canon of Medicine). Padahal ia hidup di tahun 980-1037 Masehi (sekitar 10 abad yang lalu) namun masih bermanfaat hingga saat ini, itu semua karena ide dan gagasanya dituangkan dalam bentuk tulisan. Sederhananya, tulisan adalah media yang efektif untuk menyebarluaskan ide dan ilmu kita ke segala penjuru dunia.
Jika di lihat dari sudut pandang agama  menulis merupakan Islam “kewajiban” kedua setelah perintah untuk “membaca”. Menulis berarti menyimpan apa yang telah kita baca dalam sebuah media yang bisa diakses oleh siapa saja. Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan tulisan, kita bisa berdakwah (menyebarkan kebenaran), mengajari, menyebarkan ide dan pemikiran, melontarkan gagasan, menyampaikan kritikan atau hanya sekedar memberi tanggapan.
Dengan urain di atas penulis mengajak seluruh mahasiswa untuk selalu berkarya di bidang tulis menulis baik menulis dalam media cetak (buku, majalah, novel) maupun media internet (web, blog) baik dalam bentuk, cerprn, artikel, makalah dan lain sebaginya yang bisa memberikan sumbangan bergunan bagi dunia pendidikan di Indonesia, dengan tuntutan itu hal yang wajar jika setiap mahasiswa dihukumi wajib bisa menulis.


Penulisa adalah Mahasiswa
Fakultas Dakwah dan Kumunikasi

Sabtu, 19 Mei 2012

Larangan Berzina, Membunuh, dan Murtad

HADITS KEEMPAT BELAS
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ : الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1.     Tidak boleh menumpahkan darah kaum muslimin kecuali dengan tiga sebab, yaitu : zina muhshon (orang yang sudah menikah), membunuh manusia dengan sengaja dan meninggalkan agamanya (murtad) berpisah dari jamaah kaum muslimin.
2.     Islam sangat menjaga kehormatan, nyawa dan agama dengan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang mengganggunya seperti dengan melakukan zina, pembunuhan dan murtad.
3.     Sesungguhnya agama yang disepakati adalah yang dipegang oleh jamaah kaum muslimin, maka wajib dijaga dan tidak boleh keluar darinya.
4.     Hukum pidana dalam Islam sangat keras, hal itu bertujuan untuk mencegah (preventif) dan melindungi.
5.     Pendidikan bagi masyarakat untuk takut kepada Allah ta’ala dan selalu merasa terawasi oleh-Nya dan keadaan tersembunyi atau terbuka sebelum dilaksanakannya hukuman.
6.     Hadits diatas menunjukkan pentingnya menjaga kehormatan dan kesucian.
7.     Dalam hadits tersebut merupakan ancaman bagi siapa yang membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah ta’ala.(http://haditsarbain.wordpress.com/2007/06/09/hadits-14-larangan-berzina-membunuh-dan-murtad/)