Jumat, 01 Juni 2012

Lead dan Judul Berita

Definisi dan pengertian Lead secara leksikal lead berarti :

• petunjuk (kamus Inggris - Indonesia)

• sari berita penting ( kamus visual indonesia - inggris, 2003:471)

Dalam dunia jurnalistik lead disebut juga sebagai “teras berita”. lead dalam sebuah tulisan (pemeberitaan) berfungsi mengantar pembaca agar mendapat gambaran umum mengenai sebuah tulisan yang akan dibaca. Perlu diingat bahwa tidak semua berita harus ada leadnya. Dalam surat kabar biasanya lead dipakai untuk berita yang dianggap pentingdan menjadi perhatian publik. Sementara dalam majalah , hampir setiap tulisan memiliki lead. sebuah tulisan dengan panjang minimal satu halaman pantas dibuatkan lead.
Kunci untuk menulis feature yang baik, salah satunya, terletak pada paragraf pertama  atau lead yang baik pula. Bagi penulis pemula hal ini tidak terlalu mudah, berkali-kali kita mengetik paragraph pertama dan selalu merasa itu tidak cukup bermutu. Seorang penulis cenderung mengulang model-model lead yang tidak kreatif, karenanya juga akan gagal dalam menarik minat pembaca. Padahal lead berfungsi untuk menarik minat pembaca dan  membuat alur cerita menjadi lancar.
Berikut ini saya sarikan beberapa model lead yang saya ambilkan dari buku : Misalkan Anda Seorang….(Terjemahan dari Feature Writing for Newspaper ~ Daniel R. Williamson).
Lead model ini banyak dipakai dalam penulisan straight news, yaitu menuliskan inti sari cerita / peristiwa. Lead ini bisa saja menarik jika penulis mempunyai persoalan yang kuat untuk diceritakan. Model ini cenderung gampang ditulis, sehingga bila penulis kehabisan kretivitas atau dikejar deadline mereka cenderung memilih model ini. Contoh
1)Membuat mobil kotak sabun tidak mudah bagi Dedi, 11, yang lumpuh selama lima tahun.
2) Didikan agama dan hobinya berjudi semasa muda merupakan kombinasi yang membuat Polisi Ahmad Husen jadi musuh paling berbahaya bagi para penjudi di Palembang.
Model ini banyak disukai oleh para penulis fiksi (novel, cerita pendek). Penulis berusaha menarik minat pembaca melibatkan emosi pembaca ke dalamnya. Tekniknya adalah menciptakan suatu suasana dan membiarkan pembaca mengidentikkan diri dengan tokoh utama. Hasilnya seperti sebuah film yang baik. Apakah anda pernah merasa haus ketika menyaksikan tokoh dalam sebuah film sedang kehausan di tengah padang pasir ? Apakah anda gemetar ketakutan ketika menyaksikan film horor ? Lead ini cocok untuk feature petualangan. Contoh :
1) Batu-batu besar menengadah mengancam sekitar 60 meter di bawah, ketika Kuswoyo berjuntai di ujung tambang, pada lereng curam, sementara angin kencang berdesir di sebelah utara puncak Pangrango.
2) Petugas polisi Woworuntu melihat dengan gemetar ke arah laras senjata lawan, kemudian meloncat ke samping secepat loncatan kucing, sambil mendepak senjata itu dan ia menembakkan revolvernya.
Keuntungan lead ini adalah bisa menggaet pembaca lebih efektif daripada lead model lain. Tetapi kerugiannya tidak banyak peristiwa yang bisa dibuat dengan lead model ini, kalau dipaksakan juga malah akan menjadi norak dan merusakkan bangunan “cerita”.
Lead ini berusaha menggambarkan tokoh atau tempat kejadian dalam pikiran pembaca. Kalau lead naratif meletakkan pembaca di dalam cerita maka lead deskriptif meletakkan pembaca beberapa meter di depan sebuah tempat atau peristiwa dan berfungsi sebagai orang yang menonton, mendengar atau mencium baunya. Kunci lead model ini adalah penggunaan kata sifat (adjektif) yang tepat. Contoh:
1) Mata yang coklat dan dingin itu menyipit ketika mengamati sebuah wajah. Ia seolah menembus tempat persembunyian kebohongan. Itulah mata seorang polisi.
2) Bentakan tentara dan nyanyian sedih budak-budak seolah-olah bergantungan di udara di sekeliling rumah berusia 130 tahun itu. Di sekitarnya, rerumputan tegak setinggi lutut.
3) Hakim Subyakto dengan senyum mengejek, melongok lewat jendelanya untuk melihat wajah seorang pengacara muda yang dengan susah payah berusaha mencari sela-sela hukum untuk menyelamatkan kliennya.
Kutipan yang dalam dan ringkas bisa menarik, terutama bila berasal dari ucapan orang terkenal. Perlu diingat bahwa kutipan ini tidak boleh hanya menjadi sekedar tempelan tetapi harus menyiapkan pentas bagi babak selanjutnya bagi tulisan kita, sehingga kutipannya pun harus memusatkan diri pada sifat cerita itu. Contoh : “Rakyat banyak sobat, adalah seekor binatang buas yang menakjubkan, kata H.L. Mencken.
Mencken adalah seorang yang sinis dan dengan kutipan itu orang akan tergaet membaca dan mengetahui watak orang itu. Kerugian lead model ini adalah bahwa kutipan bisa keluar dari konteks cerita.
Lead ini sering dipakai leh reporter bila mereka tak dapat menemukan lead lain yang imajinatif. Lead ini cenderung gampang ditulis tetapi jarang membuahkan hasil terbaik. Tetapi ada juga jenis feature yang cocok memakai jenis lead ini, bila materinya memang wajar bila diberi lead pertanyaan. Contoh : Adakah satu cara mengalahkan Balaikota ?
Ciri lead ini adalah memakai kata “anda” yang disisipkan pada paragraph pertama. Lead model ini bisa saja mencekam karena pembaca merasa ditantang dan rasa ingin tahunya telah terusik. Misalnya : Anda kira anda warga yang taat pada hukum. Mungkin. Tapi anda melanggar hukum beberapa kali. Lead model ini bisa berbahaya karena bila tidak tepat akan terkesan sebagai sok dan amatiran, misal : Tahukan anda bahwa ikan gurami bukan dari air daerah Sulawesi Selatan yang termasyhur oleh makanan ikannya itu ?
Lead ini menggoda pembaca dengan cara bergurau. Biasanya pendek dan ringan, misalnya dengan teka-teki. Ia memiliki 200 kaki, 1000 jari kaki, 100 hidung, dan beberapa terompet. Penulis akan menceritakan barisan drum band yang sedang berjalan dan bukan mengenai serangga aneh. Cara lain. Potongan kata-kata bisa disodorkan kepada pembaca supaya terpancing, contoh : Wanita itu bilang, “Ogah, ah,” tapi toh mau juga. Pembaca bisa menafsir macam-macam. Tapi ternyata pada alinea kedua, diceritakan apa yang sebenarnya terjadi :
Selama 10 tahun, Dona Mae Fowler, 71, menolak lamaran Charles Farley, 77 tahun. Kemarin dia masih menyatakan “ogah” tapi Farley hanya mematikan alat pendengarannya sendiri dan pergi ke pengadilan. Nona  Fowler masih mengatakan “ogah” sekali lagi ketika masuk, tapi di tengah upacara itu berlangsung, ia mengubah pendapatnya. Ia keluar sebagai Nyonya Charles Farley. “Ia maunya bertengkar melulu, “ kata Farley bergumam.
Hijaulah sayuran /Putihlah susu /Naiklah harga makanan/Ke langit biru.
Bisa saja mencoba jenis lead ini karena terasa lincah, khas, imanjinatif dan informatif meski terasa ekstrem dan bertingkah. Kalau tidak pandai mengolahnya bisa terlihat seperti sekedar memainkan kata-kata sehingga hasilnya malah menyebalkan.
Lead kutipan bisa digabungkan dengan lead deskriptif misalnya: “Saya tidak pernah mencuri uang rakyat sesen pun, “ kata Walikota Nyoman Sugriwa sambil menghapus air mata dan menyeka keringat di keningnya.
  1. Tulislah ringkas. Obral kata-kata yang tidak perlu hanya akan mengurangi efektivitasnya.
  2. Tulis alinea secara ringkas. Jangan lebih dari 4 baris (bukan kalimat), Alinea yang pendek, kata-kata yang “berjiwa” akan lebih menarik pembaca.
  3. Gunakan kata-kata aktif. Kata-kata akan mempunyai “nyawa” dan “tenaga” bila pembaca merasakan sebuah “gerakan”. Ini didapat bila kita menggunakan kata-kata kerja (verba) yang ringkas dan hidup ( misal : meradang, menohok, mendera, melesat). Kata-kata sifat bisa memberi kontribusi untuk “mempercantik” (missal: ramping, ringsek, sintal, gempal).
  4. Gaet pembaca pada beberapa kata pertama. Bila anda gagal mengaet pembaca pada beberapa kata pertama, maka anda akan kehilangan pembaca. Lihat ini: “Beberapa minggu yang lalu……” atau “Dalam rangka……” Pembaca akan bersusah payah mengetahui maksud anda dan pasti segera beralih dari ke tulisan yang lain, sekalipun misalnya cerita anda sesungguhnya amat bagus.
 Dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar