Kamis, 27 Juni 2013

Contoh Laporan kegiatan KKN


PERKEMBANGAN DAKWAH DI DESA MUARA BARU



Laporan Individu
Disusun Sebagai Syarat Dalam Penilaian Kuliah Kerja Nyata
Yang Dilaksanakan Di Desa Muara Baru Kecamatan Kayu Agung Kabupaten OKI.


        Oleh:
         Iwan Rosadi
         ( 09 51 1007 )




FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM JURNALISTIK
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN FATAH
PALEMBANG
2013

LEMBAR PENGESAHAN
 NASKAH PENGESAHAN
Setelah membaca dan meneliti laporan individu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Muara Baru angkatan ke-61 tahun 2013 yang disusun oleh:
Nama Mahasiswa                    : Iwan Rosadi
NIM                                        : 09 51 1007
Kelompok                               : 20 (Dua Puluh)
Desa                                        : Muara Baru
Kecamatan                              : Kayu Agung
Kabupaten                               : Ogan Komering Ilir

Sesuai dengan data dan informasi di lapangan, maka laporan yang berjudul “PERKEMBANGAN DAKWAH DI DESA MUARA BARU   ini dapat disahkan.

                                                                                                Palembang,  18 Maret  2013
DPL KKN                                                                             Kepala Desa
Kelompok 20                                                                         Muara Baru                                  
                                
Komarudin, S.Ag                                                                   Sarkowi, S.Ag




Nama Mahasiswa                    : Hamid KHasani
NIM                                        : 09 14 0008
Kelompok/peorangan              : 20 (Dua Puluh)
Desa                                        :
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Halaman Pengesahan........................................................................................................ 1
Daftar Isi                                                                                                                              2
Kata Pengantar                                                                                                                   3
BAB. I PENDAHULUAN................................................................................................ 4
1.1. Latar Belakang............................................................................................................ 4
BAB. II GAMABARAN WILAYAH............................................................................. 5
2.1 Asal-Usul Nama Desa Muara Baru............................................................................... 5
2.2 Gambaran Umum Desa Muara Baru............................................................................. 5
2.3 Agama Penduduk.......................................................................................................... 6
BAB. III DAKWAH.......................................................................................................... 6
3.1 Pengertian Dakwah....................................................................................................... 6
3.2 Perkembangan Dakwah di Desa Muara Baru................................................................ 7
BAB. IV PENUTUP......................................................................................................... 10
5.1. Kesimpulan                                                                                                                   10
5.2. Saran ....................................................................................................... ............. 10                        





KATA PENGANTAR
            Alhamdulillah dengan rahmat Allah Subhanahuata’allah kita masih diberikan nikmat dan karunia-Nya sehingga dapat terlaksana kegiatan KKN yang menjadi bagian mata kuliah dan kewajiban bagi mahasiswa pada semester enam, rasa Syukur pada Allah SWA atas nikmat dan lindunganya  saya dapat beraktivitas ditempatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam keadaan sehat walafiat jasmani maupun rohani.
Shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Sallallahu‘alaihi wasallam, nabi yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menjadi yaman ilmu pengetahuan.
Alhamdulillah dengan bantuan bimbingan Dosen DPL bapak Komarudin sehingga dapat melaksanakan mata kuliah ini dengan lancar sehingga laporan ini bisa terselesaikan dengan apa yang saya harapkan.
Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi seluruh kalangan, mahasiswa, dosen dan masyarakat Desa Muara Baru, sehingga penyusunan laporan ini tidak sia-sai.


                                                                                                                        Penyusun

Iwan Rosadi
NIM: 09 51 1007







BAB I
  PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang
          Islam sebagai agama dakwah mewajibkan setiap pemeluknya untuk berdakwah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Lebih jelasnya setiap anak Adam yang beragama Islam tak terkecuali, sesungguhnya adalah juru dakwah yang mengemban tugas untuk menjadi teladan moral di tengah masyarakat yang kompleks dengan persoalan-persoalan kehidupan. Tugas dakwah yang demikian berat dan luhur itu mencakup pada dua aspek yaitu amar makruf dan nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran).
          Sejak awal dakwah merupakan sebuah risalah universal, dakwah kepada manusia secara keseluruhan, dan sebagai rahmat bagi setiap hamba Allah, Arab maupun non Arab, setiap negeri Allah, Barat maupun Timur dan semua warna kulit. Dalam Al-Qur’an, terdapat ayat-ayat yang menyatakan kejelasan universalitas dakwah :

Artinya :“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (Al-Furqan: 1)


Artinya: “ Mereka Itulah orang-orang yang Telah diberi petunjuk oleh Allah, Maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat”. (Al-An’am: 90)

Artinya:  Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk".  (Al-A’raf: 158)
            Umat Islam ditugaskan untuk mengemban risalah universal ini kepada seluruh dunia, maka tidak boleh baginya untuk memonopoli kebaikan dan cahaya bagi dirinya sendiri, melainkan setelah mendapatkan petunjuk dengan cahaya Allah maka ia harus menunjuki orang lain kepadanya, dan setelah ia menjadi baik dengan iman dan amal shalih maka ia harus memperbaiki umat-umat yang lain dan menyeru mereka kepada kebaikan yang dengannya Allah telah memuliakannya.
            Dakwah keagamaan dalam perkembangannya telah mengalami berbagai perubahan bentuk, cara, dan penekanan. Dahulu, pemaparan ajaran agama dititikberatkan pada usaha mengaitkan ajaran-ajaran-Nya dengan alam metafisika, sehingga surga, neraka, nilai pahala, dan beratnya siksaan mewarnai setiap ajakan keagamaan.
Penyampaian ajaran tersebut dapat berupa perintah untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya (amar makruf nahi al-munkar).
BAB II
GAMBARAN WILAYAH 
2.1 Asal Usul Nama Desa Muara Baru
Mura baru, desa ini mempunyai sejarah penamaan yang unik dan harus di ketahui bagi orang yang pernah tinggal di desa ini, di gali dari pemuka adat Ustazd Jeni Ismi desa ini di beri nama muara baru karena, pada zaman dulu terdapat sebuah pohon yahng di sebut pohon baru. Pohon baru merupakan pohon yang daunya lebar yang daunya mirip dengan daun pohon jati, namun sekarang ini pohon itu sudah tidak ada lagi setelah itu letak pohon tersebut di pinggir sungai yang sering di sebut muara, maka di namakan desa muara baru.
2.2 Gambaran Umum Desa Muara Baru
Muara baru merupakan sebuah desa yang berada di pingir kota Kayu Agung, kurang lebih 1 km dari taman kota segitiga mas,  desa ini merupakan desa terkaya di kabupaten Ogan komering ilir (OKI). mata mencarian / penghasilan masyarakat Muara Baru yaitu Berdagang, Petani dan Perkebunan  manun pedagang lebih mendominasi  pekerjaan di desa muara baru baik bedangan di muara baru maupun di luara muara baru, cikal bakal perdagangan memang sudah diajarkan dari nenek moyang.
Dengan banyaknya penduduk yang berdagang di luar desa bahkan kota, sehingga desa ini nampak sepi. Bahkan jarang di temui remaja-remaja yang duduk santai di teras rumah saat sore hari saat sudah tidak melanjutkan sekolah remaja sini langsung berdagang.
 Di Desa muara baru terdapat dua pondok pesantren yang sampai saat ini masih eksis mengumandangkan siar-siar islam, pondok pesantren Darul Mutaqin dan Usmani merupakan dua tempet belajar yang menjadi benteng pertahanan keagamaan di kabupaten OKI, selain itu juga terdapat Madrasah Iptidaiyah, madrasah Stanawiyah dan madrasah aliyah pondik pesantren darul mutaqin merupakan pondok yang di bangun pertama kali di kabupaten Ogan Komering Ilir.

2.3 Agama penduduk
Penduduk muara baru seluruhnya memeluk Agama Islam, walaupun masih banyak masyarakat yang sepenuhnya menjalankan ajaran islam.


BAB III
DAKWAH
3.1 Pengertian Dakwah
Sebelum menguraikan lebih lanjut tentang perkembangan dakwah di Muara Baru, kiranya perlu sekali untuk mengetahui pengertian dakwah, baik secara etimologis maupun secara terminologis untuk membedakan mana yang di maksud dengan dakwah itu sendiri. Selain itu juga akan penulis uraikan mengenai kata-kata dalam al-Qur’an yang pengertiannya sama dengan dakwah. Kata dakwah berasal dari bahasa arab, dalam bentuk masdar dari lapadz ((دَعَا يَدْعُوْ دَعْوَةُ yang artinya ajakan, seruan, panggilan dan undangan.
Untuk memberi pengertian dakwah secara terminologis, ada beberapa pendapat para ahli diantaranya:
Menurut Syamsuri Siddiq  Dakwah adalah segala usaha dan kegiatan yang disengaja dan berencana dalam ujud sikap, ucap dan perbuatan yang mengandung ajakan dan seruan, baik langsung atau tidak langsung di-tujukan kepada orang perorangan, masyarakat, maupun golongan supaya tergugah jiwanya, terpanggil hatinya kepada ajaran Islam untuk selanjutnya mempelajari dan menghayati serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari.
Syeh Ali Mahpudz memberikan pengertian dakwah sebagai berikut Mendorong manusia agar memperbuat kebaikan dan menuruti petunjuk, menyuruh mereka untuk berbuat kebaikan dan melarang mereka dari perbuatan mungkar, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Thoha Yahya Omar memberikan pengertian dakwah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwa pengertian dakwah secara terminologis adalah: segenap usaha manusia muslim yang dilakukan dengan sengaja dan berencana, baik melalui lisan, tulisan dan tulisan untuk merubah suatu kondisi kepada kondisi yang lebih baik untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
3.2 Perkembangan Dakwah di Muara Baru
Perkembangan Dakwah di Desa Muara Baru pada dasarnya ada sejak dulu, namun kegiatan dakwah mulai diperhatikan sejak kembalinya KH.Daud Denin. KH. Daud Benin B.A merupakan salah satu orang yang berpengaruh di Desa Muara pada sektor keagamaan, KH. Daud Denin B.A yang belajar di pondok pesantren Jombang Jawa Tengah, setelah kembali beliau mengamalkan ilmu yang telah didapatnya di kampung di mana belaiu dilahirkan yaitu Desa Muara Baru.
 Dengan dakwah bil lisan (Ucapan) ustadz Daut mulai mengumandangkan syiar-syiar islam di Desa Muara Baru, melalui pengajian yang dibentuknya yaitu pengajian bapak-bapak dan ibu-ibu dakwah yang dilakukan berkembang pesat, sentral dakwah yang digunakan berbasis masjid saat itu masjid yang digunakan untuk mensyiarkan agama islam yaitu masjid Taqwa Desa Muara Baru yang saat ini masih berdiri kokoh.
Untuk melanjudkan misi dakwahnya Ustad Daut membangun Pondok Pesantren di Desa Muara Baru pada Tahun 1992an pondok pesantren yang dibangunya di beri nama Pondok Pesantren Darul Mutaqin, sebelum kedatangan ustadz Daut kondisi desa mura baru kususnya dalam bigang keagamaan masih lemah, kerusuhan masih sering terjadi, judi mabuk-mabuan dan kriminal sering terjadi.
Pendirian pondok dan banyaknya santri yang belajar membuat sabagian masyarakat yang kurang senang memusuhinya namun seiring berjalanya waktu akhirnya masyarakat pun sadar akan pentingnya pendidikan agama, hai itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mewakafkan tanahnya untuk di bangun pondok pesantren.
Pondok pesantren Darul Mutaqin merupakan pondok tertua dari empat puluh lima pondok pesantren yang ada di Ogan Komering Ilir dan yang sampai saat ini masih aktif untuk mendidik para santri untuk belajar agama.
Setelah berhasil mendirikan pondok dan dengan banyaknya santri yang belajar di pondok Darul Mutaqin maka beliau juga mendirikan masjid di dalam arial pondok untuk memberikan fasilitas ibadah untuk para santrinya dan juga dijadikan tempat belajar para santri. Masjid ini di beri nama Masjid Darul Mutaqin.
Tidak hanya itu di lingkuangan pondik juga didirikan PAUT, Madrasan Ibtidaiyah, Madrasah Sanawiyah dan madrasah Aliah sebagai tempat belajar formal bagi santri pondok darul mutaqin dan juga untuk umum.
Keberhasilan dakwahnya sangat terasa di Desa Muara Baru, dengan banyaknya jamaah yang melakukan Sholat berjamaah di Masjid Taqwa pada saat beliau memimpin masjid tersebut, Selain bidang keagamaan yang di bangun KH.Daud Denin juga mampu memajukan sektor pemerintahan Desa Muara Baru. Daud Beni pernah menjabat sebagai kepala Desa Muara Baru yang berhasil membuat perkembangan sangat pesat di desa pingir kota ini, ibu Nila mengatakan desa ini mengalami keberhasilan saat di pimpin oleh Pak Daud, bahkan masyarakat mendukungnya selam dua priode.
Selain sebagai ketua yayasan saat ini KH.Daud Denin, di pilih sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia di daerah Ogan Komering Ilir untuk ke dua kalinya.
Selain KH.Daud Denin, Ustad Jeni Ismi juga merupakan generasi dakwah di Desa Muara Baru, Jeni Ismi merupakan salah satu  Santri yang belajar si pondok pesantren Darul Mutaqin asuhan KH.Daud Denin, saat ini Ustadz Jeni ikut berjuang mengumandangkan syiar-syiar islam bahkan bukan saja di Desa Muara Baru bahkan di desa-desa tetangga misalnya, Desa Banding Anyar, Dusun Anyar, Padan Arang dll.
Selain dakwah melalui ceramah Jeni Ismi juga mendirikan tempat belajar Al-Quran yang sering di sebut TPA di rumahnya, kurang lebih dua puluh lima santri yang belajar di TPAnya, selain pencramah dan guru TPA, ustadz Jeni juga membantu mengajar di pondok, MA, MTS Darul Mutaqin. Sedangkan di desa beliau di percaya sebagain ketua adat.
Selain Jeni Ismi juga ada Ustadz Meri, Ustadz Meri adalah rekan seperjuangan Jemi Ismi, beliau juga santri lulusan Pondok Pesantren Darul mutaqin, namun setelah selesai di pondok darul mutaqin bilau melanjutkan ke pondok pesantren di dareh jawa yakni Pondok Pesantren Tebu Ireng, setelah selesai beliau kembali ke kampung halaman untuk mengamalkan ilmu yang telah didapatnya.
Tak jauh beda dengan gurunya Ustad Meri al Hafis juga berhasil mendirikan pondok pesantren di Desa Muara Baru yang di beri nama Mahat Usmani, namun pondok pesantren ini khusus untuk mendalami Al-Quran, pondok pesantren Mahad Usmani didirikan di daerah Vila Kuda Mas tak begitu jauh dari Pondok Pesantren Darul Mutaqin.
Dua pondok pesanten di desa muara baru inilah yang membuat masyarakat muara baru berubah seratus delapan puluh derajat heingga saat ini keberhasilan dakwah  KH.Daud Denin dan santri-santrinya sanggat terasa, untuk saat ini banyak masyarakat desa muara baru yang berangkat untuk melaksanakan ibadah Haji bahkan setiap tahun lebih dari sepuluh orang berangkat haji, baik yang sudah pernah naik haji maupun yang belum dan tak sedikit juga yang melakukan ibadah Umroh.
Namun untuk saat ini dakwah di desa muara baru mulai melemah hal ini dapat di lihat dari sedikitnya masyarakat yang sholat berjamaah di masjid Taqwa tidak seperti pada saat KH. Daut masih memimpin saat itu, dari beberapa informasi yang di terima ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini, yaitu adanya masalah insteren di dalam pengurus masjid.
Masalah yang mencolok yaitu tentang adanya berbedaan Arah Kiblat antara jamaah masjid Taqwa, hal ini yang menyebabkan kurangnya masyarakat untuk melakukan sholat jamaah di masjid Taqwa, walaupun hal ini sudah banyak di jelaskan oleh tokoh agama seperti, KH. Daud Denin, BA, H. Nasir, Ustad Jeni dll. Namun hal ini masih saja di permasalahkan, dan ini sebagai hal yang harus cepat di tanggani agar jamaah masjid Taqwa kembali lagi sholat berjamaah di masjid Taqwa. Ini tantangan dakwah baru yang ada di desa muara baru.


BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dakwah merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap insan, dakwah di desa Muara Baru baru berkisar pada dakwah Bil- Lisan dan bil Hal (Perbuatan) sedangkan untuk dakwah bil Qolam belum ada yang melaksanakan.
4.2 Saran
Dakwah bil-qolam merupakan salah satu bentuk dakwah yang seharusnya di kembangkan di desa muara baru, karena model dakwah ini sangat baik karena bisa di baca secara berulang-ualang, dan memiliki jangkaun yang luas.
Dengan  ini  besar harapan penulis agar  pengurus Masjid Desa Muara Baru mampu menerbitkan buletin Jum`ah untuk mewujudkan dakwah bil Qolam, sehingga masyarakat bisa menikmati dakwah dengan mudah dan santai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar