Sabtu, 17 Desember 2011

hubungan sosiologi pembangvunan dengan dakwah


Pendahuluan.
Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi atau yang sering di sebut dengan IPTEK, sanggat mempengaruhi perkembangan masyarakat, bagi masyarakat yang tidak mampu mengimbanginya maka akan semakin tertingal, upaya untuk meninggkatkan pendidikan selalu di upayakan pemerintah. Pembagunan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan slalu di upayakan dengan tujuan agar tercipta masyarakat yang mandiri dan mampu bersaing, dalam hal ini ilmu sosiologi  adalah cara menggerakkan masyarakat untuk mendukung pembangunan dan masyarakat adalah sebagai tenaga pembangunan, dan dampak pembangunan.
 Sosiologi pembangunan berkembang pesat sejak awal 1960-an. Sosiologi pembangunan sangat dipengaruhi oleh pokok-pokok pikiran para ahli sosiologi klasik seperti Marx Weber dan Durkheim. Sosiologi pembangunan juga membawa dampak pada lahirnya dimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan. Menurut Soerjono Soekanto, pengetahuan sosiologi dapat diterapkan dan berguna untuk kehidupan sehari-hari, misalnya untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahapan perencanaan, pencaharian, penerapan dan penilaian proses pembangunan.
Pada tahap perencanaan hasil penelitian sosiologi dapat digunakan sebagai bahan pada tahap evaluasi. Pada tahap penerapan, perlu diadakan identifikasi terhadap kekuatan sosial yang ada di dalam masyarakat. Dengan mengetahui kekuatan sosial tersebut dapat diketahui unsur-unsur yang dapat melancarkan pembangunan dan yang menghalangi pembangunan.
Dalam berinteraksi dan mengajak masyarakat sanggat dibutuhkan metode yang sanggat tepay agar pembangunan tersebut berjalan sesuai yang di rencanakan, maka dari itu Ilmu dakwah sanggat di butuhkan karena di dalam ilmu dakwah di pelajari bagaimana kita mengajak dan mempengaruhi Mad`u. Maka dari itu di dalam makalah ini akan membahas Apa hubungan sosiologi pembangunan dengan ilmu dakwah sehingga kita bisa mengetahui hubungan tersebut.
Rumusan masalah
  1. Apa yang di maksud dengan ilmu dakwah?
  2. Apa yang di maksud dengan sosiologi?
  3. Apa yang di maksud pembangunan?
  4. Apa yang di maksud dengan sosiologi pembangunan?
  5. Apa hubungan sosiologi pembangunan dengan ilmu dakwah?

A.  Pembahasan
  1. Ilmu dakwah.
Ilmu dakwah adalah pengetahuan yang berasal dari allah yang di kembangkan umat islam dalam susunan yang sestematis dan terorganisir mengenai bagaimana melaksanakan kuwajiban dakwah dengan tujuan beriktiar mewujudkan kuirulumah.[1]
Pengertian ilmu dakwah adalah ilmu yang mempelajari proses penyampaian ajaran Islam kepada umat. Ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan tentang bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, melaksanakan,ideologi, pendapat, pekerjaan tertentu (Toha Yahya Oemar).
Dengan kata lain ilmu dakwah memiliki aspek kajian khusus yang terdiri dari:
a)      Kajian masalah yang berkaitan dengan kegiatan tablik islam atau penyiaran yang menerangkan islam atau komunikasi yang menyiarkan islam.
b)      Kajian masalah yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat islam.
c)      Kajian masalah yang berkaitan dengan manajemen dakwah islam di dalam suatu masyarakat.[2]
Jadi bisa di simpulkan bahwasanya dalam objek kajianya terdapat komunikasi, membangun masyarakay dan menkaji suatu masalah yang ada di dalam masyarakat.
b. Definisi sosiologi
a)      Berdasarkan etimologi (kebahasaan/asal kata)
Secara kebahasaan nama sosiologi berasal dari kata socious, yang artinya ”kawan” atau ”teman” dan logos, yang artinya ”kata”, ”berbicara”, atau ”ilmu”. Sosiologi berarti berbicara atau ilmu tentang kawan.
Soerjono sukamto sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola umum kehidupan masyarakat.[3]
Pitirim A. Sorokin menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
a.       Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dan sebagainya.
b.      Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial, misalnya pengaruh iklim terhadap watak manusia, pengaruh kesuburan tanah terhadap pola migrasi, dan sebagainya, dan
c.       Ciri-Ciri umum dari semua jenis gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam bukunya yang berjudul Setangkai Bunga Sosiologi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Jadi, sosiologi adalah ilmu tentang berbagai hubungan antar-manusia yang terjadi di dalam masyarakat. Hubungan antar-manusia dalam masyarakat disebut hubungan sosial.
Struktur sosial merupakan jalinan atau konfigurasi unsur-unsur sosial yang pokok dalam masyarakat, seperti:
a)      Kelompok-kelompok social.
b)      Kelas-kelas social.
c)      Kekuasaan dan wewenang.
d)     Lembaga-lembaga sosial maupun nilai dan norma sosial.
 Proses sosial merupakan hubungan timbal-balik di antara unsur-unsur atau bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat melalui interaksi antar-warga masyarakat dan kelompok-kelompok. Sedangkan perubahan sosial meliputi perubahan-perubahan yang terjadi pada struktur sosial dan proses-proses social.
c. Pembangunan.
Pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pem­bangunan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
 Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan sosial berencan, karena meliputi berbagai dimensi untuk mengusahakan kemajuan dalam kesejahteraan ekonomi, modernisasi, pembangunan bangsa, wawasan lingkungan san bahkan peningkatan kualitas manusia untuk memperbaiki kualitas hidupnya (Bintiro Tjokroamidjojo).
 Pembangunan dapat diartikan sebagai `suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga negara untuk me­menuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi (Nugroho dan Rochmin Dahuri, 2004)
Pembangunan juga dapat di artikan perubahan yang verguna menujusuatu sestem sosial dan ekonomi yang di putuskan sebagai kehendak sari suatu bangsa.[4]
Teori Dependensi. Dua teori ini saling bertolak belakang dan merupakan sebuah pertarungan paradigma hingga saat ini. Teori modernisasi merupakan hasil dari keberhasilan Amerika Serikat dalam membawa pembangunan ekonomi di negara-negara eropa. Sedangkan kegagalan pembangunan di Afrika, Amerika Latin dan Asia menjadi awal lahirnya teori dependensi.
Teori Modernisasi berasal dari dua teori dasar yaitu teori pendekatan psikologis dan teori pendekatan budaya. Teori pendekatan psikologis menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang gagal pada negara berkembang disebabkan oleh mentalitas masyarakatnya. Menurut teori ini, keberhasilan pambangunan mensyaratkan adanya perubahan sikap mental penduduk negara berkembang. Sedangkan teori pendekatan kebudayaan lebih melihat kegagalan pembangunan pada negara berkembang disebabkan oleh ketidaksiapan tata nilai yang ada dalam masyarakatnya. Secara garis besar teori modernisasi merupakan perpaduan antara sosiologi, psikologi dan ekonomi. Teori dasar yang menjadi landasan teori modernisasi adalah ide Durkheim dan Weber.
Kritik terhadap teori modernisasi lahir seiring dengan kegagalan pembangunan di negara dunia ketiga dan berkembang menjadi sebuah teori baru yaitu teori dependensi. Frank (1984) mencoba mengembangkan teori dependensi dan mengemukakan pendapat bahwa keterbelakangan pada negara dunia ketiga justru disebabkan oleh kontak dengan negara maju. Teori dependensi menjadi sebuah perlawanan terhadap teori modernisasi yang menyatakan untuk mencapai tahap kemajuan, sebuah negara berkembang harus meniru teknologi dan budaya negara maju. Frank memberikan kritiknya terhadap pendekatan-pendekatan yang menjadi rujukan teori modernisasi, antara lain pendekatan indeks tipe ideal, pendekatan difusionis dan pendekatan psikologis.
            Teori dependensi bertitik tolak dari pemikiran Marx tentang kapitalisme dan konflik kelas. Marx mengungkapkan kegagalan kapitalisme dalam membawa kesejahteraan bagi masyarakat namun sebaliknya membawa kesengsaraan. Penyebab kegagalan kapitalisme adalah penguasaan akses terhadap sumberdaya dan faktor produksi menyebabkan eksploitas terhadap kaum buruh yang tidak memiliki akses. Eksploitasi ini harus dihentikan melalui proses kesadaran kelas dan perjuangan merebut akses sumberdaya dan faktor produksi untuk menuju tatanan masyarakat tanpa kelas.
d. Apa yang di maksud dengan sosiologi pembangunan?
Sosiologi pembangunan berkembang pesat sejak awal 1960-an. Sebagai bagian dari ilmu sosiologi, sosiologi pembangunan sangat dipengaruhi oleh pokok-pokok pikiran ahli sosiologi klasik seperti Marx, Weber dan Durkheim. Perkembangan sosiologi pembangunan semakin pesat seiring dengan gagalnya program pembangunan yang disponsori oleh Amerika Serikat pada negara-negara dunia ketiga. Kegagalan pembangunan dunia ketiga tersebut memicu sebuah tanda tanya besar bagi peneliti sosial untuk mengungkap faktor-faktor penyebabnya. Kelima penulis walaupun menggunakan teori yang berbeda memiliki satu kesepahaman tentang kegagalan pembangunan pada negara dunia ketiga.[5]
Sosiologi pembangunan membawa dampak pada lahirnya dimensi-dimensi baru dalam konsep pembangunan. Menurut Webster, terdapat lima dimensi yang perlu diungkap antara lain :
1.      Posisi Negara miskin dalam hubungan sosial dan ekonominya dengan negar-negara lain.
2.      Ciri khas atau karakter dari suatu masyarakat yang mempengaruhi pembangunan.
3.      Hubungan antara proses budaya dan ekonomi yang mempengaruhi pembangunan.
4.      Aspek sejarah dalam proses pembangunan atau perubahan social yang terjadi.
5.      Penerapan berbagai teori perubahan sosial yang mempengaruhi kebijakan pembangunan nasional pada negara-negara berkembang.[6]
Pada masa sekarang ini , konsep pembangunan sudah merupakan suatu ideologi yang menggambarkan kegiatan-kegiatan dalam upaya mengejar pertumbuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam pembangunan sangat berhubungan dengan soiologi pembangunan. Dalam suatu proses pembangunan perlu adanya kemauan keras serta kemampuan untuk memanfaatkan potensi-potensi yang tersedia dalam masyarakat untuk keperluan pembangunan. Berbagai perencanaan perlu disusun dan digelar dalam rangka menghimpun kekuatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam usaha mencapai tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
            Selain itu sosiologi pembanguan juga menimbulkan hubungan interaksi pada masyarakat. Interaksi tersebut menimbulkan adanya gotong royong. Aktivitas gotong royong dalam berbagai dimensi memberikan implikasi semangat dan value untuk saling memberikan jaminan atas hak dan kelangsungan hidup antar sesama warga masyarakat yang masih melekat cukup kuat.
Dalam setiap pembangunan terdapat berbagai tahapan. Dalam sosiologi pembangunan terdapat beberapa tahapan antara lain :
  1. Perencanan
Pada tahap ini faktor yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial.
Seperti :
-          Pusat perhatian sosial
-          Stratifikasi sosial
-          Pusat kekuasaan
-          Sistem dan saluran komunikasi sosial
  1. Pelaksanaan
Dalam proses pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahannya.
  1. Evaluasi
Dalam tahap evaluasi yang harus dilakukan adalah analisis atau penilaian terhadap dampak sosial dari pembangunan tersebut.
Dalam setiap pembangunan dilakukan prosedur yang sedemikian rupa agar setiap pembangunan berjalan sesuai dengan perkembangan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

e. Hubungan sosiologi pembangunan dengan ilmu dakwah.
Jika dilihat secara sekilas maka dari kedua disiplin ilmu di atas tidak ada hubunganya sama sekali, sosiologi pembangunan adalah cara menggerakkan masyarakat untuk mendukung pembangunan dan masyarakat adalah sebagai tenaga pembangunan, dan dampak pembangunan. Sedangkan ilmu dakwah Ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan tentang bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, melaksanakan,ideologi, pendapat, pekerjaan tertentu.
  Namun jika di telusuri secara mendalam terdapat hubungan yang sanggat urgen karena untuk menciptakan pembangunan di dalam suatu masyarakat akan lebih berhasil atau mendapatkan hasil seperti yang kita ingginkan jika kita bisa mengajak, mempengaruhi suatu masyarakat tersebut, maka dari itu hal-hal seperti itu selain di pelajari di dalam ilmu sosiologi juga di pelajari di dalam ilmu dakwah, tentang bagai mana cara mengajak dengan baik menanamkan penggaruh dll, apa lagi jika pembangunan tersebut lebih ke arah pencerdasan masyarakat, itu lebih bisa di pastikan pembangunan akan berhasil.
Sedangkan jika dilihat dari aspek subyek dan obyek dakwah yang terikat dalam hubungan kemasyarakatan, maka dalam hal ini ilmu dakwah akan berpapasan dengan ilmu sosiologi yang memiliki wilayah garapan kehidupan manusia yang terikat dalam satu kesatuan yang stabil dan teratur melalui bingkai kemasyarakatan.
  1. Jika sosiologi pembangunan dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan yang sifatnya membangun bersama dalam masyarakat , maka dalam hal ranah ilmu dakwah yang mempelajari aturan-aturan cara bagaimana seharusnya membangun masyarakat dengan ilmu-ilmu agama.
  2. Jika sosiologi pembangunan dimaknai sebagai ilmu yang menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia berikut permasalahan yang mengitarinya , maka dalam hal ini, ranah ilmu dakwah yang membahas masalah kejahatan sosial persoalan keluarga perputaran ekonomi hingga masalah integritas atau disintegritas masyarakat dapat didekati melalui pisau analisis keislaman
  3. Jika sosiologi dimaknai sebagai ilmu yang mempelajari struktur dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial yang terjadi di dalamnya , maka dalam ranah tujuan normatif dakwah yang menekankan aspek perubahan sosial berbagai fenomena dan gejala perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat islam dapat ditelaah dan dianalisis melalui kacamata sosiologi.
Selain itu Sosiologi membahas fenomena-fenomena yang  ada dimasyarakat, Salah satunya bagaimana dakwah digunakan untuk mencapai sesuatu dalam masyarakat, Kita ambil contoh,Di sebauh pabrik yg rutin mengadakan sholat jum'at bersama, Isi dari dakwah nya pada umumnya berkaitan dengan bekerja, giat bekerja dan bagaimana agama menilai orang yg bekerja, sehingga para pekerja lebih termotivasi untuk lebih produktif dan progresif.
B. Kesimpulan
Ilmu dakwah adalah ilmu yang mempelajari bagai mana caranya menyampaikan ajaran Allah kepada umat manusia dengan cara yang di ajarkanoleh Allah dan Rosulnya sehingga terciptanya keberhasilan dalam penyampaian pesan.
Sedangkan sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan maksudnya ilmu yag mempelajari hubungan manusia didalam suatu masyarakat angar terciptanya suatu hubungan yang dinamis. Adapun pembaguana adalah upaya untuk menciptakan kesejahteran suatu masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. Jika dari ke dua disiplin ilmu ini di artikan mada tapat di tarik definisi singkat yaitu, ilmu yang berusaha mempelajari bagaimana meningkatkan taraf hidup di suatu masyarakan dengan mengunakan pendekatan antar masyarakat.
Adapun Hubungan dari sosiologi pembangunan dengan ilmu dakwah adalah, ilmu dakwah merupakan disiplin ilmu yang berderan penting dalam membantu pembangunan di suatu masyarakat kususnya dalam bidang pendidikan, keagaman, bahkan dalam bidang  perekonomian.















C. Daftar pustaka.
Dr. Phil, Astrid S. Susanto, 1998, Sosiologi Pembangunan, Bina Cipta, Jakarta
Everett M. Roges, 1985, Komunikasi Dan Pembangunan,  LP3ES, Jakarta
Kahmad Dadang, 2006, Sosiologi Agama , Rosa,  Bandung
M. Musrin,1996,  DIKTAT (Ilmu Dakwah),Palembang.


[1] . Musrin, 1996,  Ilmu Dakwah, hal 12
[2] . Ibid, hal 11
[3]. Suryati M.Pd. 2009, Sosiologi (Pengantar Di Perguruan Tinggi), hal 40
[4]. Everett M. Roges, 1985, Komunikasi Dan Pembangunan,  hal 2  
[6]. Ibid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar