Selasa, 08 Mei 2012

Jenis Penyampean dalam pidato


 Pendahuluan
Komunikasi merupakan hal terpenting dalam bergaul untuk menjalani kehidupan sosial, tanpa komunikasi seseorang tidak akan bisa di terima di dalam suatu masyarakat di mana Dia berada. Banyak cara yang bisa digunakan dalam komunikasi, baik komunikasi individu maupun komunikasi masa, dengan mengunakan media maupun tanpa media(langsung), semuanya bisa digunakan sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Kemampuan berkomunikasi seseorang berbeda, keterbiasaan dalam berkomunikasi menentukan kemahiran dalam berbicara di depan masa, baik dalam mempengaruhi, memberikan sugesti, mengajak dan hanya sekedar mengingatkan dalam suatu hal, kemampuan seperti ini yang seharusnya di miliki di masa ini.
Komunikasi yang sefatnya mengajak dan mempengaruhi seseorang baik kelompok maupun individu ini banyak caranya, misalnya Dakwah, Ceramah, Orasi, Pidato dan masih banyak bentuk-bentuk lainya, sehingga orang yang mampu berkomunikasi dengan baik di sebut dengan komunikator.
Pidato merupakan bentuk komunikasi masa yang mempunyai bermacam-macam cara dalam penyampaianya, dan tujuan untuk apa pidato itu di sampaikan, sehingga seseorang bisa memahami tentang apa yang kita sampaikan, sehingga apa yang kita sampaikan itu bisa di terima oleh masyarakat di mana kita berpidato.
Macam-macam pidato tersebut diantaranya, Impromptu, Manuskrip, Memoriter, Ekstemporan yang semuanya mempunyai kelebihan dan kekuranganya masing-masing.

 Definisi Pidato
Pidato adalah bentuk komunikasi  lisan yang memiliki unsur-unsur berupa intonasi, gerak-gerik dan mimik.[1] Teks pidat dipersiapkan oleh seseorang  yang   akan berpidato. Pokok-pokok atau bagian – bagian  pidato terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup.            Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya.
Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik  atau umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik.

Tujuan Pidato
            Seseorang yang akan menyampaikan pidato terlebih dahulu harus menentukan tujuan  apa yang hendak dicapai. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis pidato dilihat dari segi tujuan.
a)      Pidato Informatif.
           Pidato yang tujuan utamanya untuk menyampaikan informasi agar orang banyak/khalayak mengetahui tentang sesuatu. Contoh: Pidato pada peringatan hari pendidikan, hari kemerdekaan, dan peringatan bulan bahasa.
b)      Pidato Pesuasif .
Pidato yang tujuan utamanya membujuk atau mempengaruhi orang lain agar mau menerima ajakan kita secara sukarela. Contoh: Pidato bertema kesehatan, kenakalan remaja,  dan narkoba.
c)      Pidato Rekreatif.
Pidato yang tujuan utamanya adalah menyenangkan atau menghibur orang lain.  
Namun, perlu diketahui bahwa dalam kenyataannya ketiga jenis pidato ini tidak dapat berdiri sendiri. Ketiga jenis pidato ini saling melengkapi satu sama lain. Pada dasarnya di dalam sebuah pidato ada penyampaian informasi, ajakan atau bujukan yang biasanya disampaikan menjelang akhir pidato, dan ada hiburan untuk orang lain agar pidato yang disampaikan tidak membosankan. Selain itu, perbedaan di antara ketiganya hanya terletak pada titik berat  tujuan pokok pidato.

Jenis-Jenis Pidato
Menurut ada tidaknya persiapan sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, ada empat macam pidato yaitu, Impromptu, Manuskrip, Memoriter, dan Ekstemporan.[2]
1 Impromptu (serta merta) : Pidato yang apabila Anda menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato.
Keuntungan :
1)       Lebih mengungkapkan perasaan pembicara
2)       Gagasan datang secara spontan
3)       Memungkinkan Anda terus berpikir
Kerugian :
1)       Menimbulkan kesimpulan yang mentah
2)       Mengakibatkan penyampaian tidak lancar
3)       Gagasan yang disampaikan ngawur
4)       Demam panggung
2 Manuskrip : Pidato dengan naskah. Di sini tidak berlaku istilah ‘menyampaikan pidato’ tapi ‘membacakan pidato’. Manuskrip dibutuhkan oleh tokoh nasional, sebab kesalahan sedikit saja dapat menimbulkan kekacauan nasional.
Keuntungan :
1)       Kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
2)       Pernyataan dapat dihemat
3)       Kefasihan bicara dapat dicapai
4)       Tidak ngawur
5)       Manuskrip dapat diperbanyak
Kerugian :
1)       Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung pada mereka
2)       Pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik
3)       Pembuatannya lebih lama
3 Memoriter : Pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata.
Keuntungan :
1)       Kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya
2)       Gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian
Kerugian :
1)       Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara beralih pada usaha untuk mengingat kata-kata
2)       Memerlukan banyak waktu
4 Ekstemporan : Pidato sudah dipersiapkan sebelumnya berupa garis besar dan pokok penunjang pembahasan (supporting points), tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata. Biasanya seseorang yang menyampaikan pidato hanya dengan menggunakan catatan garis besar ini sudah sering tampil di depan khalayak.
Keuntungan :
1)       Komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik
2)       Pesan dapat fleksibel
Kerugian :
1)       Kemungkinan menyimpang dari garis besar
2)       Kefasihan terhambat karena kesukaran memilih kata-kata
Sedangkan untuk bisa berpidato dengan baik dan efektif maka kita juga harus tampil dengan mengunakan dua bahasa yaitu bahasa verbal dan non verbal.[3] Bahasa verbal adalah bahasa atau kata-kata yang kita ucapkan segangkan non verbal adalah bahasa tubuh misalnya mimik muka, gerak tangan dan lain-lain.

Kesimpulan
Pidato adalah bentuk komunikasi  lisan yang memiliki unsur-unsur berupa intonasi, gerak-gerik dan mimik dalam penyampaianya, sehingga agar mampu berpidato dengan baik, seseorang harus belajar, kemampuan berpidato dengan baik akan mempunyai nilai tinggi dai dalam suatu masyarakat.
Berpidato untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka kita juga harus mengetahui terlebih dahulu tujuan kita saat akan berpidato, ada tiga tujuan pidato yang harus kita ketahui  yaitu Pidato Informatif, Pidato Pesuasif , Pidato Rekreatif.
Untuk mencapai tujuan-tujuan pidato tersebut maka kita juga di tuntuk mampu menyampaiakan pidato dengan baik dan maksimal, ada beberapa cara kita dalam penyampaian pidato yang bisa kita lakukan dianyaranya Impromptu, Manuskrip, Memoriter, Ekstemporan.

Saran
Dalam melakukan pidato kita haruslah menyiapkan diri kita baik itu dari materi yang ingin disampaikan, media apa yang akan digunakan dan juga kesiapan diri kita sendiri agar apa yang kita berikan atau kita sampaikan kepada audiens dapat diterima dengan baik dan apa yang di sampaikan dapat sesuai dengan tujuan yang ingin kita sampaikan.
Selain itu dalam berpidato kita harus memilih jenis pidato yang sesuai dengan kemampuan kita, agar dalam pemaparannya kita lebih menguasai apa yang ingin kita sampaikan. Akan tetapi, apa bila kita lebih manguasai kesemua jenis-jenis pidato itu maka akan manjadi nilai yang lebih untuk kita sendiri di dalam lingkungan masyarakat.






Daftar pustaka

Oseborne, John W.  2000. Kiat Berbicara Di Depan Umum Untuk Fksekutif. Bumi Aksara: Jakarta

Rakhmat, Jalaluddin. 2004. Retorika Modern; Pendekatan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya









[2] . Jalaluddin Rakhmat. 2004. Retorika Modern; Pendekatan Praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hal.17-19
[3] . John W. Oseborne. 2000. Kiat berbicara di depan umum Untuk Fksekutif. Bumi Aksara: Jakarta, hal 45

Tidak ada komentar:

Posting Komentar